Kontrak Harga Satuan atau Kontrak Lumpsum

5 Jul

Jenis kontrak apakah yang kita pilih? Kontrak Harga Satuan atau Kontrak Lumpsum? Sebelum kita memilih jenis kontrak ada baiknya kita mempelajari apa beda kedua jenis kontrak tersebut? Mari kita membaca Perpres 54 tahun 2010 pasal 51, dimana dijelaskan :

Kontrak Lump Sum merupakan Kontrak Pengadaan Barang/Jasa atas penyelesaian seluruh pekerjaan dalam batas waktu tertentu sebagaimana ditetapkan dalam Kontrak, dengan ketentuan sebagai berikut:

a. jumlah harga pasti dan tetap serta tidak dimungkinkan penyesuaian harga;

b. semua risiko sepenuhnya ditanggung oleh Penyedia Barang/Jasa;

c. pembayaran didasarkan pada tahapan produk/keluaran yang dihasilkan sesuai dengan isi Kontrak;

d. sifat pekerjaan berorientasi kepada keluaran (output based);

e. total harga penawaran bersifat mengikat; dan

f. tidak diperbolehkan adanya pekerjaan tambah/kurang.

Kontrak Harga Satuan merupakan Kontrak Pengadaan Barang/Jasa atas penyelesaian seluruh pekerjaan dalam batas waktu yang telah ditetapkan dengan ketentuan sebagai berikut:

a. Harga Satuan pasti dan tetap untuk setiap satuan atau unsur pekerjaan dengan spesifikasi teknis tertentu;

b. volume atau kuantitas pekerjaannya masih bersifat perkiraan pada saat Kontrak ditandatangani;

c. pembayarannya didasarkan pada hasil pengukuran bersama atas volume pekerjaan yang benar-benar telah dilaksanakan oleh Penyedia Barang/Jasa; dan

d. dimungkinkan adanya pekerjaan tambah/kurang berdasarkan hasil pengukuran bersama atas pekerjaan yang diperlukan.

Dari penjelasan di atas, maka kita dapat mengambil pilihan atas jenis kontrak lumpsum atau kontrak harga satuan. Untuk pengadaan Pekerjaan Konstruksi, sebaiknya digunakan kontrak harga satuan, walaupun perencanaan telah dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan sesempurna mungkin, karena yang namanya pekerjaan konstruksi ada hal – hal tertentu yang memaksa akan terjadinya pekerjaan tambah/kurang yang tidak kita kehendaki, agar pekerjaan tersebut terlaksana sesuai dengan harapan dan tidak merugikan uang negara, yang kita takutkan bila menggunakan kontrak lumpsum pada pekerjaan konstruksi karena tidak diperbolehkan adanya pekerjaan tambah/kurang, pekerjaan konstruksi yang berupa bangunan, jembatan, jalan, bendungan, irigasi dan lain-lainnya tidak berfungsi dengan baik. Untuk pengadaan barang, sebaiknya menggunakan kontrak lumpsum, agar barang yang kita inginkan tidak ada perubahan dalam serah terima barang, tetapi untuk barang jenis tertentu dimungkinkan dipakainya kontrak harga satuan dengan alasan tertentu, agar pengadaan barang tidak terjadi kendala dan penyerapan anggaran dapat terlaksana sesuai harapan. 

108 Tanggapan to “Kontrak Harga Satuan atau Kontrak Lumpsum”

  1. hari supranoto Januari 21, 2013 pada 4:21 am #

    bagaimana kalau untuk kontrak pembangunan gedung yang item pekerjaannya sangat banyak ,kecil-kecil ,apa tidak sebaiknya menggunakanhj kontrak lumpsum

    • khalik nst Januari 21, 2013 pada 4:50 am #

      Saran kami sebaiknya memakai kontrak harga satuan, karena kontrak lumpsum tidak dimungkinkan adendum kontrak pekerjaan tambah kurang berdasarkan perpres 54 tahun 2010 yang terakhir diubah dengan perpes 70 tahun 2012 pasal 87, khususnya dijelaskan pada ayat 1a. Tetapi bila kita yakin tidak akan ada pekerjaan tambah kurang, maka bisa digunakan kontrak lumpsum.

  2. endang puji Januari 21, 2013 pada 11:48 am #

    kalau untuk pengadaan alat tulis kantor dibawah 100 juta, kontrak apa yang tepat digunakan..?

    • khalik nst Januari 21, 2013 pada 2:48 pm #

      Kontrak lumpsum agar barang yang kita harapkan tidak mengalami perubahan.

  3. Ronny Februari 13, 2013 pada 1:46 am #

    Kalau Proyek Pemasangan Solar cell (PLTS) pakai Kontrak apa ya mas???

    • khalik nst Februari 13, 2013 pada 1:52 am #

      Itu termasuk pekerjaan konstruksi sebaiknya memakai kontrak harga satuan, tetapi bila saudara yakin tidak akan ada adendum kontrak nantinya maka bisa dipakai kontrak lumpsum.

  4. viking rizarta Februari 26, 2013 pada 2:07 am #

    kalau pengadaan bahan makanan bagi anak panti yang jumlah anaknya dapat berubah-ubah pake harga satuan apa lumpsum? kalau kontraknya 1 tahun pembayarannya bisa per bulan nggak?

    • khalik nst Februari 26, 2013 pada 2:56 am #

      Pakai kontrak harga satuan dengan cara pembayaran bulanan.

      • viking rizarta Februari 28, 2013 pada 2:09 am #

        pengadaan langsung dibawah 10 juta perlu dibuat proses pengadaannya seperti : undangan, berita acara penjelasan pekerjaan, berita acara negosiasi dan SPPBJ?

      • khalik nst Februari 28, 2013 pada 4:42 am #

        Baca juknis perpres 70 tahun 2012, yaitu perka LKPP 14 tahun 2012, yaitu pengadaan langsung dengan pembelian/pembayaran langsung kepada Penyedia untuk pengadaan yang menggunakan kuitansi, meliputi antara lain:
        (1) Pejabat Pengadaan mencari informasi terkait pekerjaan yang akan dilaksanakan dan harga, antara lain melalui media elektronik dan/atau non-elektronik;
        (2)PejabatPengadaan dapat membandingkan harga dan kualitas paling sedikit dari 2 (dua) sumber informasi yang berbeda (apabila diperlukan);
        (3) Pejabat Pengadaan dapat melakukan klarifikasi teknis dan negosiasi harga untuk mendapatkan Penyedia dengan harga yang wajar serta dapat dipertanggungjawabkan(apabila diperlukan);
        (4) negosiasi harga dapat dilakukan berdasarkan HPS (apabila diperlukan);
        (5) dalam hal negosiasi harga tidak menghasilkan kesepakatan, Pengadaan Langsung dapat dinyatakan gagal dan dapat dilakukanPengadaanLangsung ulang dengan mencari Penyedia lain. Bila menggunakan nota pembelian, maka negosiasi tidak perlu membandingkan dengan HPS, karena tidak ada HPS yang ditetapkan PPK dengan bukti perjanjian berupa nota pembelian.

      • viking rizarta Maret 8, 2013 pada 1:47 am #

        kalau dengan pembayaran perbulan apakah rekanan tetap diberikan uang muka kerja?

      • khalik nst Maret 8, 2013 pada 11:41 pm #

        Tergantung bunyi kontraknya.

      • viking rizarta Maret 14, 2013 pada 1:46 am #

        dalam DIPA 2013 ada kegiatan belanja modal peralatan & mesin berupa pengadaan : kursi, tempat tidur, lemari, rak mainan, kasur, freezer & monitor komputer dgn dana Rp. 160.500.000,-. Apakah bisa dalam pengadaannya kita membeli langsung ke beberapa toko, seperti toko meubel, toko elektronik dan toko komputer? Bagaimana pengadaan peralatan kantor seperti filling cabinet, kipas angin, dispenser dan kursi tamu yang jumlah anggarannya cuma Rp. 16.500.000,-? bisa beli langsung ke beberapa toko?

      • khalik nst Maret 14, 2013 pada 2:38 am #

        Bisa, perpres 70 tahun 2012 pasal 57 ayat 5 huruf a : “Pemilihan Penyedia Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya dengan metode Pengadaan Langsung dilakukan sebagai berikut: pembelian/pembayaran langsung kepada Penyedia untuk Pengadaan Barang/Jasa Lainnya yang menggunakan bukti pembelian dan kuitansi, serta Pengadaan Pekerjaan Konstruksi yang menggunakan kuitansi”.

  5. arifwijaksono Maret 4, 2013 pada 12:07 am #

    penunjukan langsung jasa cleaning service di bawah 100 juta, kontrak selama 9 bulan, dibayar tiap bulan. sebaiknya memakai jenis kontrak apa ya? terima kasih.

    • khalik nst Maret 4, 2013 pada 1:42 am #

      Tergantung kondisi pekerjaan, bila perkiraannya tidak akan ada pekerjaan tambah kurang, maka di pakai kontrak lumpsum, tetapi bila ada maka dipakai kontrak harga satuan.

      • Bang_Anton Oktober 12, 2015 pada 6:43 am #

        Untuk Tenaga Pengawas, misalnya sebagai Pengawas Lapangan pada satu paket pekerjaan Jalan dan jembatan, sebaiknya menggunakan a) Kontrak Lumpsum atau b) Kontrak Harga Satuan

      • khalik nst Oktober 12, 2015 pada 6:46 am #

        Menurut kami lumpsum saja, sehingga tidak terpengaruh cepat atau lambatnya pekerjaan.

      • Bang_Anton Oktober 13, 2015 pada 3:19 am #

        Jadi kontrak Lumpsum antara Pengguna jasa (mis: Kementrian PU) dan Penyedia Jasa dlm hal ini jasa konsultasi/pengawas (mis: perorangan atau Badan Usaha)==>LEBIH COCOK.
        Selanjutnya: ==>antara Pengawas dgn
        Pelaksana / Kontraktor, apakah ada Lumpsum dari Kontraktor kepada Pengawas ? Trimakasih

  6. en Maret 19, 2013 pada 2:18 pm #

    siapa yang menentukan jenis kontrak? PPK atau ULP? bagaimana kalau ULP mengevaluasi mengunakan harga lumpsum untuk penawaran sementara PPK berkeinginan kontrak gabungan

    • khalik nst Maret 19, 2013 pada 2:33 pm #

      Perpres 54 tahun 2010 yang terakhir diubah dengan perpres 70 tahun 2012 pasal 50 ayat 1 : ” PPK menetapkan jenis Kontrak Pengadaan Barang/Jasa dalam rancangan kontrak”.

  7. nur Maret 21, 2013 pada 4:01 am #

    Pak Khalik, utk pengadaan bbm bersubsidi (harganya fix), apakah boleh menggunakan kontrak lumpsum, mengingat volume-nya tidak pasti/berubah2? Dan bolehkah kontrak dibuat setiap triwulan dengan pembayaran di muka sekaligus kepada rekanan, dengan konsekuensi akan ada kupon yang hangus? Bgmn seharusnya kontrak pengadaan bbm yg tepat? Trm kasih..

    • khalik nst Maret 21, 2013 pada 4:11 am #

      Apa tidak sebaiknya kontrak harga satuan, dengan cara pembayaran bulanan.

  8. Ismu Nawoto April 5, 2013 pada 7:40 am #

    p.Khalik yth, untuk pengadaan obat yg nota bene item barang dan kwantitas per bulan belum bisa ditentukan dg tepat, menggunakan jenis kontrak apa bila dg lelang umum bagaimana pengaturannya di dok pengadaan? tq

    • khalik nst April 5, 2013 pada 9:25 am #

      Kontrak harga satuan saja pak, yang menentukan jenis kontrak adalah PPK pada rancangan kontrak, pokja ULP menyusun dokumen pengadaan berdasarkan rancangan tersebut.

  9. Erlan Mei 28, 2013 pada 1:32 pm #

    Yth. Pak Khalik, apabila pengadaan Manajemen Kepesertaan menggunakan hps berdasarkan output atau keluaran, apakah menggunakan kontrak lumpsum atau harga satuan, bagaimana dengan negosiasinya apalabila penyedia tidak dapat memberikan rician kegiatan? Kami menggunakan metode penunjukan langsung

    • khalik nst Mei 28, 2013 pada 2:05 pm #

      Menurut kami HPS telah merinci detail perkiraan output, sehingga penyedia mengikuti rincian item HPS yang telah dituangkan dalam dokumen pengadaan sebagai daftar kuantitas dan harga yang menjadi dasar bagi penyedia dalam pembuatan penawaran, harga penawaran per item pekerjaan tersebutlah yang dilakukan negosiasi. Kontrak yang dipakai bila perkiraan akan adanya perubahan kontrak yang akan dituangkan dalam adendum kontrak, maka sebaiknya digunakan kontrak harga satuan, kontrak lumpsum digunakan apabila diperkirakan tidak akan ada perubahan kontrak yang berupa pekerjaan tambah kurang.

  10. Eden Juli 19, 2013 pada 2:43 pm #

    Dear pak Khalik,
    Mohon advice,
    Utk pekerjaan arsitektur interior dan ME, yang sifat Kerjanya merupakan renovasi gedung saja dengan standard dan corporate image khusus dengan banyak item Kerja, dengan biaya yang ditentukan, mutu sesuai standard dan waktu yang tertentu. Kontrak apa yang direkomendasikan. Tks

    • khalik nst Juli 20, 2013 pada 3:16 am #

      Jenis kontrak lumpsum, apabila pekerjaan diperkirakan tidak akan ada adendum pekerjaan tambah kurang, karena perkiraan pekerjaannya pasti dan tidak akan ada perubahan lagi, tetapi pada umumnya kontrak pekerjaan konstruksi adalah kontrak harga satuan.

  11. anthonni November 25, 2013 pada 4:32 am #

    Dear pak Khalik,
    Mohon advice,
    rujukan BOQ ataukah Gambar rencana yg dipakai dalam pekerjaan kontrak lumpsum?

    • khalik nst November 25, 2013 pada 4:44 am #

      Menurut kami pak, volume pekerjaan dalam daftar kuantitas dan harga, karena pokja ULP melakukan koreksi aritmatik terhadap hal tersebut.

  12. anthonni Desember 16, 2013 pada 9:32 am #

    mohon advice pak..
    1. kontrak harga satuan berlaku terhadap pekerjaan pondasi kebawah, sedangkan kontrak lumpsum berlaku untuk pekerjaan diatas pondasi, itu merupakan bunyi kontrak lumpsum untuk salah satu gedung yg sdng akan di cco, apakah pekerjaan lanscape atau pelataran gedung termasuk dlm lumpsum atau hrga satuan, apakah pekerjaan lanscape bisa untuk di cco?
    2. apakah boleh ada pekerjaan tambahan diatas pondasi yg memang diperlukan untuk menunjang bangunan sedangkan di kontrak tdk ada, dan pembiayaannya diluar kontrak.
    terima kasih sebelumnya pak.

    • khalik nst Desember 16, 2013 pada 9:59 am #

      Menurut kami pak, seharusnya sebelum dilaksanakan kontrak, pada tahap penyusunan rancangan kontrak, dimana belum dimulainya proses lelang, PPK bila menggunakan jenis kontrak gabungan harga satuan dan lumpsum, sudah harus menentukan mana bagian lumpsum dan mana bagian harga satuan. Sehingga bila terjadi adendum kontrak seperti saat ini, maka bagian kontrak harga satuannya saja yang bisa dilakukan adendum pekerjaan tambah kurang (cco/contract change order). Maksimal pertambahan nilai kontrak 10 persen, bila anggaran tersedia.

  13. anthonni Desember 16, 2013 pada 10:29 pm #

    Memang seharusnya seperti itu sehingga jelas, tetapi yg terjadi pada pembangunan 3 gedung besar didaerah kami seperti itu model kontrak gabungannya dan tidak ada pembagian yg jelas antara bagian yg lumpsum dan bagian harga satuan sehingga tim cco dan pho kesulitan untuk menentukan apakah item lanscape/ pelataran ini termasuk dlm bagian harga satuan atau tidak dan tambahan pekerjaan baru ini bisa di cco ataukah dibuatkan saja surat rekomendasi untuk PPK bahwa item pekerjaan baru ini penting dan menunjang bangunan dan selanjutnya dikembalikan ke PPK, mohon penjelasannya, Terima kasih

    • khalik nst Desember 17, 2013 pada 3:06 am #

      Menurut kami pak, bila memang menggunakan kontrak gabungan harga satuan dan lumpsum, bila tidak ada rinciannya, maka pada daftar kuantitas dan harga coba saudara lihat mana yang menggunakan analisa harga satuan dan mana yang tidak, yang menggunakan ahs kita anggap harga satuan, yang tidak kita anggap lumpsum, harga satuan dapat di adendum kontrak, yang lumpsum tidak. Ini tidak berlaku untuk kontrak lumpsum.

  14. dafid alifianto Januari 15, 2014 pada 2:42 pm #

    Mohon penjelasan Pak Khalik
    Terkait dengan pengadaan jasa Cleaning Service di kantor kami, pagu anggaran tersedia 120 jt utk 10 bulan.
    1. Metode pemilihan penyedia dengan Pengadaan Langsung atau Penunjukan Langsung?
    2. Dengan pembayaran per bulan, dokumen pemeriksaan & pembayaran bagaimana?
    3. Menurut Permenakertrans No.19/2012, perusahaan penyedia jasa tenaga kerja/buruh harus berbadan hukum PT, padahal di Perpres 70/2012 cenderung untuk UKM pada paket pekerjaan sederhana dan nominal rendah. Berarti hal ini membatasi perusahaan dengan badan hukum dibawah PT. Bagaimana menyikapinya?

    Mohon pencerahan dari Pak Khalik
    Terimakasih

    • khalik nst Januari 15, 2014 pada 3:04 pm #

      1. Menurut kami pak, pengadaan langsung, penunjukan langsung harus memenuhi pasal 38.
      2. Proses menggunakan pembayaran bulanan (MC) hampir sama dengan termin, bila termin sesuai pencapaian yang disyaratkan, bila bulanan laporan dibuatkan per bulan sebagai dasar pembayaran.
      3. Coba bapak lihat pasal 100 pada perpres 54 tahun 2010 yang terakhir diubah dengan perpres 70 tahun 2012.

  15. abraham Januari 18, 2014 pada 10:40 am #

    Sore pak khalik,
    saya mau bertanya untuk kontrak spt:
    1. Untuk pekerjaan support and service power facility, apakah kontrak untuk standby man power dan utk repair (jika ada kerusakan) bisa dipisah/ digabung, lumpsun price/ per unit , dan bagaimana dengan materialnya , karena belum ada kejelasan kerusakan yang harus diganti baru ato cuma direpair saja,
    2. Apakah bisa dalam tender kita meminta vendor/kontraktor untuk memakai brand tertentu dan harga dasarnya, dengan asumsi kita membayar hanya jasa saja, sedangkan materialnya akan berharga sama dengan apa yang dijual oleh distributor secara langsung ke owner.
    Terimakasih

    • khalik nst Januari 18, 2014 pada 11:49 am #

      1. Menurut kami pakai saja pak kontrak harga satuan, buatkan HPS utk perkiraan barang repair, bila nanti kontrak berjalan ada perubahan barang yg akan di repair, maka lakukan adendum kontrak.
      2. Tidak boleh menentukan merk tertentu, kecuali memenuhi pasal 38.

      • Salim Februari 25, 2014 pada 12:14 am #

        assalamu alaikum Pak.apakah PPK atau siapa yg mengecek harga untk menentukan HPS yg ditetapkan oleh PPK, klo kami dsini panitia yg survey harga,gimana ya Pak yg betul? terima kasih atas bantuannya.

      • khalik nst Februari 25, 2014 pada 12:56 am #

        Wa alaikum salam wr. wb
        Menurut kami bisa langsung PPK, bisa juga tim yg dibentuk PPK. Bila survei harga dilakukan oleh panitia, maka bertentangan dengan perpres 54/2010 yg terakhir diubah dengan perpres 70/2012, hal yg bapak lakukan masih berpedoman pada keppres 80/2003 yang mana peraturan tersebut telah dicabut.

  16. Salim Maret 4, 2014 pada 12:17 am #

    Terima kasih byk Pak atas jawabannya, gimana klo tim yg dibentuk PPK ada panitia didalamnya apa tidak apa2?terima kasih

    • khalik nst Maret 4, 2014 pada 2:42 am #

      Panitia Pengadaan dibentuk oleh PA/KPA, tahun 2014 diwajibkan pokja ULP yg ditetapkan oleh PA pada K/L/I dan oleh kepala daerah pada daerah.

  17. Sudiarsana Maret 18, 2014 pada 9:11 am #

    Pak Untuk Pengadaan Jasa Konsultan Perencana bisa memakai kontrak lumpsum? atau harus gabungan? Apa Dokumen Yang Dapat digunakan untuk menentukan Harga Personil dan Non Personil?

  18. Abu Muslim Maret 27, 2014 pada 7:13 am #

    Mau tanya Pak, begini di unit saya kontrak menejemen billing jenis kontraknya Lump Sum,berlaku dari desember 2012 sd desember 2013, karena belum ada kontrak baru, maka pada di amandemen ke-2 (Nilai Kontrak bertambah menyesuaikan UMK/UMR Th.2014), tapi sebelum berakhir di tahun 2013 sdh diadakan amandemen ke -1 pada bulan Nopember 2013 untuk menyesuaikan Permen tenaga kerja N0 19. kemudian Maret Th. 2014 diadakan audit oleh SPI, Oleh Auditor untuk Pasal yang menyatakan SISTEM KONTRAK LUMPSUM agar dilakukan amandemen mengenai Jenis Kontrak tersebut.
    Pertanyaannya :
    1. Apakah diperbolehkan di Amandemen-2 ditahun 2014 menyesuaikan UMK/UMRnya (Amandemen ke-2 sdh di TTD direksi Pekerjaan) ?
    2. Kalau dibolehkan perubahan harga karena adanya kenaikan UMK/UMR Yang di Amandemen Pasal yang menyatakan Sistem Lump Sum, apakah di Amandemen ke-1 ataukah di Amandemen ke-2 nya ?
    Mohon pencerahannya.
    Salam Ikhlas

    • Abu Muslim Maret 27, 2014 pada 7:20 am #

      maaf ada tambahan pertanyaan, bisakah Pasal tersebut di amandemen Jenis sistem kontrak Lumpsum nya, katakan lah menjadi Harga Satuan dan atau lainnya ( kontrak induknya Lump Sum) ?

      • khalik nst Maret 27, 2014 pada 8:12 am #

        Jenis kontrak ditetapkan PPK sebelum proses pemilihan penyedia pada draft kontrak, dan tidak diperbolehkan diubah.

    • khalik nst Maret 27, 2014 pada 8:08 am #

      Adendum Kontrak untuk penyesuaian harga dibolehkan mulai bulan ke 13 kontrak, dengan syarat jenis kontrak harga satuan. Kontrak lumpsum tidak boleh pekerjaan tambah kurang dan penyesuaian harga.

      • Abu Muslim Maret 27, 2014 pada 8:22 am #

        Terima kasih Bapak atas informasinya.
        Salam

  19. Abu Muslim Maret 27, 2014 pada 8:58 am #

    Maaf Bapak, Jadi kesimpulannya di amandemen ke-2 pada Januari 2014 (pada bulan ke 13) penyesuaian harga dikarenakan kenaikan UMK/UMR dibolehkan dengan Syarat Jenis Kontrak Harga Satuan..Tapi karena jenis kontrak Induk sudah ditetapkan Lump Sum oleh PPK, makanya di AMD ke-2 pasal tersebut tetap tidak boleh diubah. begitu ya Bapak ?.
    Solusinya bagaimanakah ? karena Amandemen ke-2 dengan nilai kontrak yang disesuaikan dg UMK/UMR 2014 sdh berjalan sd bulan Maret 2014 dari rencana 6 Bulan ? (Januar 2014 sdh terjadi pembayaran).
    1. Bolehkah di pasal jenis kontrak tersebut ditambah ayat yang menyatakan : Apa bila terjadi perubahan UMK/UMR, maka nilai kontrak tersebut akan ditinjau ulang pada Amandemen ke-2 dari kontrak induk tersebut ?.
    2.Apakah tidak ada perubahan Peraturan Pemerintah yg mengatur tentang jenis kontrak Lumpsum bisa diubah dengan menyesuaikan UMK/UMR (karena sangat sensitif).

    • khalik nst Maret 27, 2014 pada 10:07 am #

      Menurut kami karena kontrak lumpsum tidak diperbolehkan adendum kontrak, ikuti kontrak awal.

  20. yudha Mei 14, 2014 pada 7:30 am #

    saya mau tanya mas.. saya pernah membaca. mohon koreksi kalau salah.. apakah bisa di gunakan..semisal .. kontrak penunjukan langsung penambahan daya… tapi saya tidak cantumkan item pekerjaan atau biaya jasa dan materiil..yg saya tau pokoknya nilai hps saya sekian juta.. terpasang lah daya sesuai yg saya butuhkan.. mengenai item barangnya apa saja.. terserah dari kontraktor nya.. apakah itu yg di katakan lumpsum

    • khalik nst Mei 14, 2014 pada 10:29 am #

      Kontrak lumpsum harus telah kita ketahui secara rinci rincian barang dan upah secara pasti, karena tidak dimungkinkan adendum kontrak pekerjaan tambah kurang, kecuali kontrak harga satuan yang dimungkinkan adendum pekerjaan tambah kurang, jadi sebaiknya kontrak harga satuan, apabila terjadi ketidak cocokan penawaran, maka dapat dilakukan adendum pekerjaan tambah kurang.

  21. sofyan Agustus 20, 2014 pada 5:15 am #

    pak nilai yang dimasukan dalam kontrak , apa nilai penawaran atau nilai penawaran terkoreksi (jenis kontrak lumpsum pembangunan gedung kantor)

    • khalik nst Agustus 20, 2014 pada 2:49 pm #

      Nilai penawaran terkoreksi, pak.

      • sofyan Agustus 20, 2014 pada 2:55 pm #

        pak klw penawaran terkoreksi lebih tinggi dari pada penawaran awal bgm?, sy pikir klw kontrak lumpsum total harga penawaran tetap, yg di koreksi cuman volumex sj, total harga penawaran tetap

      • khalik nst Agustus 20, 2014 pada 3:01 pm #

        Kontrak lumpsum, cara koreksi aritmatiknya berbeda pak, koreksi aritmatiknya bisa bapak ambil contoh pada pengadaan langsung di https://khaliknst.wordpress.com/2014/08/17/pengadaan-langsung-pada-pekerjaan-konstruksi-pengadaan-barang-dan-jasa-lainnya/ , dimana volume yang dikoreksi, harga item pekerjaan tetap.

      • sofyan Agustus 20, 2014 pada 3:01 pm #

        bgm klw harga penawaran terkoreksi lebih tinggi dari pada harga penawaran awal, klw tdka salah kontrak lumpsum total harga penawaran tetap tdk berubah, yg di koreksi cuman volume sj di sesuaikan dgn HPs,berarti nilai penwaran awal itu adalah nilai kontrak

      • khalik nst Agustus 20, 2014 pada 3:07 pm #

        Seperti yang saya jelaskan sebelumnya, memang pada akhirnya nilai koreksi aritmatik dan nilai penawaran memang sama, tetapi bila terjadi kesalahan volume pada penawaran, koreksi aritmatik harus dilampirkan, yang artinya penawaran terkoreksi yang dipakai pak.

      • sofyan Agustus 20, 2014 pada 3:24 pm #

        tapi nilai harga penawaran tidak berubah ya pak, yg berubah cuman volume saja sesuai yg sy kutip di SDP Konstruksi “Keterangan (Untuk Kontrak Lump Sum)” Pokja ULP akan melakukan koreksi aritmatik terhadap volume pekerjaan sesuai dengan yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan.”

      • khalik nst Agustus 20, 2014 pada 11:51 pm #

        Benar pak.

  22. adi pradana Oktober 29, 2014 pada 2:21 am #

    assalamualaikum wr. wb. pak khalid mau tanya untuk pengadaan furniture sebaiknya menggunakan jenis kontrak apa pak?. terimakasih sebelumnya

    • khalik nst Oktober 29, 2014 pada 4:56 am #

      Menurut kami kontrak lumpsum, tetapi harus dipastikan barang sesuai spesifikasi tersebut harus tersedia dipasaran.

  23. abraham F Oktober 29, 2014 pada 9:36 am #

    Pak Khalik sy mo nanya,
    Ditempat saya untuk kontrak pekerjaan konstruksi memakai kontrak lumpsum dan tertera jelas di document contractnya sebagai lumpsum price
    Permasalahannya
    1Kenapa pihak kontraktor(sebagai pelaksana dan sebagai panel maker) dikenakan pajak yang sama untuk nilai instalasi dan nilai barang, kenapa tidak cuma jasanya saja.
    2. Jikalau kontrak lumpsum tersebut ada sisa material, apakah sisanya boleh dibawa pulang oleh kontraktor tersebut setelah pekerjaaan selesai, BOQ sudah dibuat utk perkiraan nilai kontrak diawal tender, tetapi dalam LOA/document contract BOQ itu tidak disebutkan.
    Terimakasih pak

    • khalik nst Oktober 29, 2014 pada 12:41 pm #

      1. Mengenai potongan pajak bisa ditanyakan bagian keuangan, agar dijelaskan ketentuan mengenai potongan pajak.
      2. Boleh dibawa pak, karena menurut kami pekerjaan konstruksi, kemajuan pekerjaan dihitung dari pekerjaan yang terpasang.

  24. Ponga Desember 8, 2014 pada 5:50 pm #

    Pa Khalik, Aku pernah baca dokumen kontrak pengadaan yang menggunakan SPK, tapi didalam dokumen tersebut tidak ada kalimat ataupun kata yang menyatakan bahwa jenis kontrak tersebut adalah kontrak lunsum atau harga satuan, jadi untuk bisa kita mengenali apakah jenis kontraknya gimana tu pa?Aku baca di syarat-syarat kontrak juga ga ada, di

    • khalik nst Desember 9, 2014 pada 4:46 pm #

      Pak, disyarat umum SPK memang tidak ada.

  25. king Januari 28, 2015 pada 8:42 am #

    kontrak lumpsum juga bisa adendum volume kan? tapi nilai tidak boleh

    • khalik nst Januari 28, 2015 pada 11:31 am #

      Kontrak lumpsum tidak diperbolehkan adendum kontrak untuk pekerjaan tambah kurang, berarti tidak boleh perubahan volume.

  26. Hmb April 1, 2015 pada 3:51 am #

    Terimakasih pak Nasution, blog anda sangat bermanfaat bagi saya pribadi. Wassalam.

  27. H.antoni Juni 22, 2015 pada 9:04 pm #

    Ass…pak khalik bagaimana dengan pekerjaan penimbunan tanah yg dilakukan dengan menggunakan kontrak lumpsum kemudian ditengah2pelaksaan pekerjaan di minta masyarakat utk dihentikan padahal sdh dilakukab pekerjaan hampir 50%.

    • khalik nst Juni 23, 2015 pada 1:46 pm #

      Menurut kami pindahkan saja lokasinya, dengan syarat tidak mengurangi volume pekerjaan dan tidak bertentangan dengan kontrak. Terima kasih.

  28. Adeth Fye d'Radith Agustus 4, 2015 pada 9:42 am #

    pak khalik,mohon pencerahan,untuk pekerjaan penyedia jasa lainnya yaitu EO,itu sistem pembayarannya LS atau satuan?tks

    • khalik nst Agustus 4, 2015 pada 1:04 pm #

      Mengikuti cara pembayaran yang tercantum dalam kontrak, bisa pembayaran secara bulanan, termin atau secara sekaligus.

      • Adet Agustus 4, 2015 pada 1:09 pm #

        Blm di kontrakkan karna.bingung apakah nantinya lumpsum atau satuan?mohon info,tks

      • khalik nst Agustus 4, 2015 pada 1:41 pm #

        Menurut kami bila EO nya sekali saja dan langsung selesai, jenis kontraknya lumpsum saja dan metode pembayarannya secara sekaligus saja.

      • Adeth Fye d'Radith Agustus 5, 2015 pada 3:16 am #

        EO nyauntuk kegiatan pelatihan pak,tetep lumpsum?

      • khalik nst Agustus 5, 2015 pada 3:40 am #

        Menurut kami begitu pak.

  29. jamaluddin, ST Oktober 7, 2015 pada 3:06 pm #

    asalamualaikum Pak Khalik
    kami ingin penjelasan sedikit. apakah boleh cco bekisting / mal dalam sebuah proyek, karena dalam analisa SNI bekisting /mal diperbolehkan 2 kali pakai, tapi dalam perencanaan gedung yang sedang kami laksanakan pemakaian mal/ bekisting sampai 5 kali, sementara kami dipaksakan pembangunan harus selesai bulan desember

    • jamaluddin, aceh Oktober 7, 2015 pada 3:08 pm #

      asalamualaikum Pak Khalik
      kami ingin penjelasan sedikit. apakah boleh cco bekisting / mal dalam sebuah proyek, karena dalam analisa SNI bekisting /mal diperbolehkan 2 kali pakai, tapi dalam perencanaan gedung yang sedang kami laksanakan pemakaian mal/ bekisting sampai 5 kali, sementara kami dipaksakan pembangunan harus selesai bulan desember

    • khalik nst Oktober 7, 2015 pada 8:16 pm #

      Boleh, bila jenis kontrak harga satuan.

  30. yuliar April 23, 2016 pada 9:51 pm #

    pada proyek kami, salah satu item pekerjaannya adalah Pengadaan Pipa HDPE, di item lainnya ada pekerjaan galian tanah, pemasangan pipa, timbunan dll. saya saya mau tanyakan, begitu saya melakukan pembelian pipa dan sdh on site apakah saya dibayarkan full pada item pengadaan pipa tsb atau hanya dibayar 60-80% karena dianggap MOS? mohon penjelasan dan rujukan aturan yang berlaku. tks

    • khalik nst April 25, 2016 pada 2:09 am #

      Pembayaran dilakukan sesuai item pekerjaan dalam daftar kuantitas dan harga, dapat dilihat harga dan volume pekerjaannya, sehingga diketahui berapa yang harus dibayarkan.

  31. agus riadi Juni 17, 2016 pada 4:21 pm #

    mhn pengertiannya pak, bagaimana yang dimaksud dengan ketidak sesuaian RAB dengan analisa harga satuan. apakah pihak penyedia bisa digugurkan. trimakasih. mhn penjelasannya pak

    • khalik nst Juni 17, 2016 pada 4:27 pm #

      Sesuai ketentuan dan syarat-syarat dalam Dokumen Pengadaannya pak.

  32. agus riadi Juni 17, 2016 pada 5:14 pm #

    MOHON PENJELASANNYA PAK

  33. khalik nst Juni 18, 2016 pada 7:22 am #

    Misal yang disyaratkan dalam RAB analisa SNI 2012, ternyata yang dilampirkan analisa SNI 2008, pak.

  34. Winda Ravaie Agustus 21, 2016 pada 4:58 pm #

    Ass Wr Wb Pak Khalik
    Untuk kontrak Lump Sum Jasa Konsultansi, ada penyedia yang menawarkan item jenis pekerjaan tidak dibutuhkan atau tidak ada pada Daftar Kuantitas dan Harga (HPS Dokumen Pengadaan), contohnya gini pak:
    RAB HPS pada Dokumen Pengadaan:
    A. Biaya Sewa Kendaraan (Biaya Langsung Non Personil):
    1. Item biaya sewa A volumen 1 unit selama 2,5 bulan harga 700.000,00 = 1.750.000,00
    Sub Total Sewa Kendaraan = 1.750.000,00
    Total Biaya Langsung Personil + Biaya Langsung Non Personil = 149.500.000,00 (149,5 juta)

    Penawaran Penyedia :
    B. Biaya Sewa Kendaraan :
    1. Item biaya sewa A volumen 1 unit selama 2,5 bulan harga 700.000,00 = 1.750.000,00
    2. Item biaya sewa B volumen 1 unit selama 2,5 bulan harga 200.000,00 = 500.000,00
    3. Item biaya sewa C volumen 1 unit selama 2,5 bulan harga 100.000,00 = 250.000,00
    Sub Total Sewa Kendaraan = 2.500.000,00
    Total Biaya Langsung Personil + Biaya Langsung Non Personil = 141.500.000,00 (141,5 juta)

    Yang mau saya tanyakan gimana Hasil Koreksi Airmatiknya pak, atas penjelasan diucapkan terima kasih.

    • khalik nst Agustus 22, 2016 pada 2:12 am #

      Untuk kontrak lumpsum, koreksi aritmatik dipakai volume dari HPS, harga yg dipakai harga penawaran total per item, harga satuan penawaran per item diabaikan. Terima kasih. Semoga membantu.

  35. yulia febrianti November 1, 2016 pada 7:16 am #

    untuk kontrak harga satuan bagaimana sistim pembayarannya apabila harga yang ditawarkan oleh penyedia (rekanan) harganya jauh lebih tinggi dari HPS ( kenaikan sekitar 400 %

    • khalik nst November 1, 2016 pada 7:21 am #

      Iya, tidak masalah bu, yg penting nilai penawaran total dibawah nilai total HPS, dan bila terjadi adendum pekerjaan tambah kurang, maka nilai harga satuan utk item pekerjaan tersebut dipakai nilai HPS.

  36. yulia febrianti November 1, 2016 pada 7:33 am #

    untuk kontrak harga satuan bagaimana cara untuk pembayaran yang harga satuannya lebih tinggi dari HPS, tawaran harga yang diajukan oleh rekanan 400 % dari HPS, terdapat harga timpang

  37. khalik nst November 1, 2016 pada 8:01 am #

    Ini sudah jadi kontrak bu? Atau proses tender?

    • yulia febrianti November 3, 2016 pada 7:54 am #

      Udah jadi kontrak pak

      • khalik nst November 3, 2016 pada 10:13 am #

        Tinggal dibayarkan saja bu, kecuali terjadi adendum kontrak, baru harga timpang tersebut diganti seperti dijelaskan diatas.

  38. yulia febrianti November 3, 2016 pada 8:00 am #

    Mohon penjelasan lagi pak, ada pengadaan pakaian dinas, proses pengadaan barang dan jasa dengan pelelangan umum, didalam dokumen kontrak diadakan pengadaan pakaian sebanyak 35 stel, tetapi ada anggota dprd yang tidak melaksanakan pengukuran, dan tidak mau menerima pakaian tersebut, sehingga pakaian tersebut dibuat hanyak 34 stel, pertanyaannya bagaimana sistim pembayarannya, jenis kontrak unit price

    • khalik nst November 3, 2016 pada 10:16 am #

      Dibayarkan saja 34 stel bu, dan jangan lupa dibuatkan adendumnya jadi 34 stel.

      • yulia febrianti November 4, 2016 pada 1:16 am #

        apa tidak cukup dengan berita acara penerimaan dan pemeriksaan barang saja pak dibuatkan 34 stel

      • khalik nst November 4, 2016 pada 1:45 am #

        Menurut kami dibuatkan adendum kontrak, dengan asumsi bila tidak ada adendum kontrak berarti kontrak tidak selesai 100%.

  39. yulia febrianti November 4, 2016 pada 1:53 am #

    terima kasih pak, atas informasinya

  40. Eko Febry Irianto November 7, 2016 pada 2:57 am #

    Salam PBJ pak..
    mohon penjelasan pak..
    1. Apa perbedaan atau pengertian dari Kontrak Gabungan Lump Sum dan Harga Satuan pada bagian Lumpsum dan Kontrak Gabungan Lump Sum dan Harga Satuan pada bagian Harga Satuan?
    2. Kontrak Gabungan Lump Sum dan Harga Satuan pada bagian Lump Sum untuk pekerjaan apa sj?
    3. Kontrak Gabungan Lump Sum dan Harga Satuan pada bagian harga satuab untuk pekerjaan apa sj?
    Demikian pak, atas perhatiannya diucapkan terima kasih.

    • khalik nst November 7, 2016 pada 3:43 am #

      Pada dasarnya kontrak gabungan lumpsum dan harga satuan, pada bagian item harga satuan pekerjaan

  41. khalik nst November 7, 2016 pada 3:51 am #

    Pada dasarnya kontrak gabungan lumpsum dan harga satuan, pada item harga satuan pekerjaan ada yang berbentuk lumpsum dan harga satuan, hal ini diperlukan apabila ada adendum kontrak pekerjaan tambah kurang, dimana yang diperbolehkan adendum kontrak hanya yang bagian harga satuannya aja, bagian lumpsum tidak diperbolehkan, jadi tergantung kebutuhan untuk menentukannya, baru ditetapkan oleh PPK.

    • Eko Febry Irianto November 7, 2016 pada 4:16 am #

      Selanjutnya pak..
      jika dalam pelelangan konstruksi (Pek. rehab lampu penerangan jalan dan Penggantian Trafo Listrik) jenis Kontrak Gabungan Lump Sum dan Harga Satuan pada bagian Lumpsum. hanya ada satu penawaran yang masuk dg persentase nilai penawaran thd OE : >80%. Proses tetap dilanjutkan dengan klarifikasi dan Negosiasi bersamaan dengan evaluasi.
      Yang ingin ditanyakan :
      1. jenis kontrak Gabungan Lump Sum dan Harga Satuan pada bagian Lumpsum yang diklarifikasi yakni apa saja?
      2. dan jika pada pekerjaan tersebut diatas menggunakan jenis kontrak Gabungan Lump Sum dan Harga Satuan pada bagian harga satuan yang diklarifikasi yakni apa saja?
      Demikian, Terima kasih pak.

      • khalik nst November 8, 2016 pada 2:37 am #

        Klarifikasi dan negosiasi harga biasanya untuk pekerjaan konstruksi bila yang memasukkan penawaran kurang dari 3 penawar, bila sistem gugur.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: