SPMK atau SP

4 Jul

Pada proses pemilihan penyedia barang/jasa dalam pengadaan barang/pekerjaan konstruksi/jasa lainnya/jasa konsultansi, maka ditetapkan penyedia barang/jasa, setelahnya PPK melakukan penetapan kontrak, dimana kontrak tersebut, baik SPK atau Surat Perjanjian disetujui kedua belah pihak antara PPK dan Penyedia serta ditandatangani kedua belah pihak, maka selanjutnya dibuatkan SPMK (Surat Perintah Mulai Kerja) atau SP (Surat Pesanan).
Yang menjadi pertanyaan kita memakai SPMK atau SP ?
Mari kita lihat Peraturan Presiden RI No. 54 tahun 2010 yang terakhir diubah dengan Peraturan Presiden RI No. 70 tahun 2012 :
1. Pasal 57 ayat 3 huruf a :
“Pemilihan Penyedia Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya untuk   penanganan darurat dengan  metode Penunjukan Langsung, meliputi tahapan sebagai berikut: PPK  dapat menerbitkan  Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) kepada:”
2. Pasal 58 ayat 3 huruf a :
“Pemilihan Penyedia Jasa  Konsultansi   dengan Metode Penunjukan Langsung untuk penanganan darurat meliputi tahapan sebagai berikut: PPK dapat menerbitkan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) kepada :”

Selanjutnya kita lihat juga Peraturan Kepala LKPP No. 14 tahun 2012 tentang Juknis Peraturan Presiden No. 70 tahun 2012 :
1. Bab II Pengadaan Barang poin C. Kontrak angka 2 huruf a Surat Pesanan (SP) : 1)PPK menerbitkan SP selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari kalender sejak tanggal penandatanganan Kontrak, 2)SP harus sudah disetujui/ditandatangani oleh Penyedia sesuai dengan yang dipersyaratkan dengan dibubuhi materai selambat- lambatnya 7 (tujuh) hari kalender sejak tanggal penerbitan SP, 3)Tanggal penandatanganan SP oleh Penyedia ditetapkan sebagai tanggal awal perhitungan waktu penyerahan.
2. Bab III Pengadaan Pekerjaan Konstruksi poin C. Kontrak angka 2 huruf a Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) : 1)PPKmenyerahkanseluruh/sebagian lokasi pekerjaan yang dibutuhkan kepada Penyedia sebelum diterbitkannya SPMK, 2)PPK menerbitkan SPMK selambat-lambatnya 14 (empat belas)
hari kalender sejak tanggal penandatanganan Kontrak, 3)Dalam SPMK dicantumkan saat paling lambat dimulainya pelaksanaan Kontrak oleh Penyedia, 4)Untuk SPK, tanggal mulai kerja dapat ditetapkan sama dengan tanggal penandatanganan SPK atau tanggal dikeluarkannya SPMK.
3. Bab IV Pengadaan Jasa Konsultansi poin C. Kontrak angka 2 huruf a Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) :”1)PPK  menyerahkan  seluruh/sebagian  lokasi  pekerjaan  dan/atau dokumen tertentu yang dibutuhkan kepada Penyedia sebelum diterbitkannya SPMK, 2)PPK menerbitkan SPMK selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari kalender sejak tanggal penandatanganan Kontrak, 3)DalamSPMK dicantumkan saat paling lambat dimulainya pelaksanaan Kontrak oleh Penyedia”.
4. Bab IV Pengadaan Jasa Lainnya poin C. Kontrak angka 2 huruf a Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) :1)PPK menyerahkan seluruh/sebagian lokasi pekerjaan yang dibutuhkan kepada Penyedia sebelum diterbitkannya SPMK, 2)PPK  menerbitkan  SPMK  selambat-lambatnya 14 (empat  belas) hari kalender sejak tanggal penandatanganan Kontrak, 3)Dalam SPMK dicantumkan saat paling lambat dimulainya pelaksanaan Kontrak oleh Penyedia, 4)Untuk SPK, tanggal SPMK dapat ditetapkan sama dengan tanggal penandatanganan SPK atau tanggal dikeluarkannya SPMK.

Dari hal tersebut di atas, maka dapat diambil kesimpulan, bahwa untuk pengadaan pekerjaan konstruksi/jasa konsultansi/jasa lainnya memakai SPMK dan pengadaan barang memakai SP, kecuali keadaan darurat pengadaan barang/pekerjaan konstruksi/jasa konsultansi/jasa lainnya memakai SPMK.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: